Hebatnya Manfaat Temulawak: Cegah COVID-19 hingga Diabetes!

sumber gambar: freepik

Kamu pasti sudah tahu, nih, kalau temulawak biasa diolah menjadi jamu bersama dengan kunyit dan tanaman herbal lainnya.

Rimpang ini memiliki beragam khasiat, mulai dari menambah nafsu makan hingga mencegah diabetes.

Uniknya lagi, temulawak berpotensi dijadikan sebagai obat herbal pencegah COVID-19, lho!

Ingin tahu informasi lebih lanjut? Yuk mari simak artikel berikut ini!

Berpotensi Mencegah COVID-19

Pandemi COVID-19 kian merebak.

Beragam cara dilakukan agar terhindar dari penyakit yang satu ini, salah satunya yaitu dengan meningkatkan daya tahan tubuh.

Sebuah studi oleh Universitas Padjajaran menunjukkan bahwa mengonsumsi jamu yang terbuat dari temulawak berpotensi dapat mencegah infeksi COVID-19.

Hal ini karena temulawak mengandung senyawa xanthorrhizol yang berperan sebagai agen anti-inflamasi.

Sifat anti-inflamasi inilah yang akan mendorong sel-sel dalam tubuh untuk lebih aktif dalam mempertahankan tubuh dari serangan virus.

Namun, masih diperlukan uji klinis pada manusia untuk melihat efektivitas temulawak dalam mencegah terjadinya infeksi COVID-19.1

Tetap jaga kesehatanmu secara menyeluruh agar terhindari dari virus ini, ya!

back to menu ↑

Berpotensi Mencegah Kanker

Berdasarkan penelitian menggunakan hewan uji, temulawak berpotensi mencegah terjadinya kanker.

Ekstrak metanol temulawak ternyata ditemukan mampu menghambat perkembangan sel kanker pada hewan coba.2

back to menu ↑

Mencegah Tumor

Temulawak sudah lama dipercaya sebagai tanaman herbal dalam mencegah berbagai penyakit, seperti mencegah tumor.

Menurut penelitian di Jepang, senyawa kurkumin, turmeron dan xanthorrhizol pada temulawak memiliki efek antitumor.3

Senyawa tersebut diketahui dapat meningkatkan antibodi dan menghambat terbentuknya sel tumor.

back to menu ↑

Menjaga Kesehatan Hati

Telah kita ketahui bahwa radikal bebas adalah senyawa yang memicu timbulnya berbagai penyakit.

Untuk itu, tubuh membutuhkan senyawa antioksidan agar mampu menghambat terbentuknya radikal bebas.

Mengonsumsi temulawak merupakan salah satu alternatif untuk meningkatkan jumlah antioksidan dalam tubuh.

Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa rimpang temulawak efektif melindungi sel-sel hati dari berbagai senyawa toksik atau beracun.

Ini karena temulawak mengandung senyawa xanthorrhizol yang berfungsi sebagai antioksidan serta agen pencegah terjadinya kerusakan hati.4

back to menu ↑

Menjaga Kesehatan Jantung

Manfaat lainnya dari senyawa xanthorrhizol pada temulawak yaitu mampu menghambat oksidasi kolesterol jahat.

Sebuah studi telah dilakukan dengan melibatkan peserta berusia 24-70 tahun di Malaysia.

Hasilnya, pemberian 6,25 µg/ml ekstrak temulawak ternyata menunjukkan tingginya aktivitas xanthorrhizol dalam menghambat oksidasi kolesterol jahat.5

Kolesterol jahat yang teroksidasi bisa menyebabkan terjadinya penyakit jantung dan pembuluh darah.

Dengan begitu, temulawak kemungkinan dapat menurunkan risiko terjadinya serangan jantung.

back to menu ↑

Mencegah Diabetes

Ketika kita makan, pankreas melepaskan hormon insulin yang memungkinkan tubuh mengubah glukosa menjadi energi dan disebarkan ke seluruh tubuh.

Namun, saat tubuh tidak bisa lagi memproduksi insulin atau ketika tidak dapat bekerja dengan optimal, dibutuhkan suntikan insulin untuk mengganti fungsi hormon insulin alami.

Dilansir dari penelitian tahun 2014, pemberian ekstrak xanthorrhizol dan ekstrak temulawak mampu meningkatkan kerja hormon insulin dalam tubuh.

Kandungan bioaktif seperti xanthorrhizol pada temulawak inilah yang mendorong kinerja hormon insulin.6

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian 25 mg/kg/hari ekstrak xanthorrhizol dapat menurunkan persentase gula darah sebesar 33%.

Sehingga, dengan mengonsumsi temulawak, kamu berpotensi terhindar dari diabetes.

back to menu ↑

Menjaga Kesehatan Lambung

Ternyata, tidak hanya akar dan rimpang temulawak saja yang berkhasiat, lho!

Daun temulawak juga memiliki manfaat yang tidak kalah penting.

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa pemberian 5 g/kg ekstrak daun temulawak dapat memproteksi lambung kita agar tidak rentan terkena penyakit.

Senyawa antioksidan pada temulawak juga mampu melindungi dinding lambung dari pengaruh radikal bebas.7

back to menu ↑

Meningkatkan Nafsu Makan

Gangguan nafsu makan sering dialami oleh anak-anak usia pra-sekolah.

Untuk mengatasinya, masyarakat Jawa biasa memberikan ramuan jamu khusus untuk anak-anak.

Resep jamunya pun sederhana, yaitu rimpang temulawak yang sudah diiris dicampur dengan asam jawa, kemudian direbus dengan air sebanyak satu gelas penuh.

Rebusan temulawak diyakini berkhasiat meningkatkan aktivitas enzim dalam usus.

Hasilnya, proses pencernaan makanan berlangsung dengan mudah dan cepat, sehingga nafsu makan meningkat.

Tidak hanya itu, temulawak juga berfungsi merangsang produksi empedu yang berkaitan dengan nafsu makan.

Jika seseorang sedang tidak nafsu makan, terjadi ketidakseimbangan produksi empedu yang berpengaruh pada dorongan untuk makan.8

back to menu ↑

Melancarkan Peredaran Darah

Darah berperan dalam mengedarkan oksigen dan nutrisi yang diperlukan sel ke seluruh tubuh.

Agar sel dapat menerima itu semua dengan baik, tentulah peredaran darah juga harus lancar.

Anda bisa mengonsumsi makanan yang dapat membantu melancarkan aliran darah seperti temulawak.

Studi menunjukkan, kandungan  xanthorrhizol pada temulawak dapat menghambat terjadinya penggumpalan darah.9

back to menu ↑

Menjaga Kesehatan Gigi

Cara sederhana menjaga kesehatan diri adalah dengan menjaga kebersihan gigi.

Biasanya upaya yang dilakukan yaitu dengan menyikat gigi.

Namun, hal itu tidak cukup.

Kamu juga perlu menggunakan obat kumur agar kesehatan mulut lebih terjaga.

Seperti yang dilansir oleh penelitian di Korea, temulawak ternyata berpotensi dijadikan obat kumur karena dapat mencegah gigi karies atau berlubang.

Lagi-lagi, hal tersebut karena temulawak mengandung senyawa xanthorrhizol yang memiliki sifat antibakteri.

Berdasarkan studi, senyawa tersebut mampu melawan bakteri penyebab gigi berlubang hanya dalam waktu 1 menit.10

Hebat banget, ya!

back to menu ↑

Meredakan Nyeri

Nyeri adalah sensasi tidak menyenangkan yang dapat membatasi seseorang dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Tapi, tahukah kamu, bahwa nyeri adalah bentuk sinyal peringatan jika ada sesuatu yang tidak benar di tubuh kita?

Apabila tidak ditangani secara tepat, nyeri dapat menjadi kronis yang dapat memicu beragam penyakit, lho.

Berdasarkan penelitian yang menggunakan hewan uji, ekstrak temulawak ternyata memiliki kemampuan yang sama dengan obat penghilang nyeri, indomethacin.

Hal ini karena temulawak mengandung senyawa aktif berupa germakron.

Senyawa ini berperan sebagai antiperadangan yang dapat meredakan rasa nyeri.11

back to menu ↑

Meningkatkan Produksi ASI

Air susu ibu (ASI) adalah makanan terbaik yang mengandung komponen utama zat gizi untuk bayi.

Untuk memperoleh jumlah ASI yang cukup, biasanya para ibu mengonsumsi daun katuk atau tanaman herbal lainnya, seperti temulawak.

Dilansir dari sebuah studi, pemberian dosis ekstrak temulawak sebesar 250 mg terbukti efektif meningkatkan produksi ASI.

Hal itu terjadi karena adanya kandungan antioksidan, vitamin A dan minyak esensial pada ekstrak temulawak.12

back to menu ↑

Mencegah Penuaan Dini

Seiring bertambahnya usia, area sekitar wajah rentan muncul tanda-tanda penuaan seperti keriput dan flek hitam.

Proses penuaan setiap manusia memang berbeda-beda.

Terkadang, penuaan dapat terjadi lebih cepat akibat paparan polusi dan radikal bebas yang bisa merusak kulit.

Namun, jangan khawatir, kita dapat mencegah datangnya penuaan dini.

Alternatif cara mencegahnya yaitu dengan mengonsumsi atau mengaplikasikan temulawak sebagai masker wajah.

Penelitian terkini menunjukkan bahwa senyawa xanthorrhizol pada temulawak berperan dalam menghambat proses penuaan dini.13

back to menu ↑

Mengatasi Ketombe

Sebagian besar manusia pasti pernah mengalami permasalahan rambut, seperti ketombe.

Tahukah kamu bahwa ternyata, gangguan tersebut disebabkan oleh jamur alami yang berada di kulit kepala manusia.

Ketika jamur malassezia memakan lemak yang ada dalam sebum atau keringat, maka akan menghasilkan sisa pencernaan berupa asam lemak.

Asam lemak inilah yang dapat menghambat pertumbuhan sel kulit kepala yang baru.

Jika ini terjadi, akan menyebabkan pengelupasan kulit kepala yang ditandai dengan adanya serpihan kulit mati berwarna putih atau sering dinamakan ketombe.

Dilansir dari sebuah penelitian, kamu bisa memanfaatkan temulawak agar terhindar dari ketombe.

Karena temulawak mengandung senyawa xanthorrhizol yang dapat menghambat pertumbuhan jamur penyebab ketombe, yaitu malasezzia.14

back to menu ↑

Efek Samping Temulawak

Temulawak terbilang aman jika dikonsumsi secara tidak berlebihan.

Akan tetapi, studi menunjukkan jika temulawak juga bisa menyebabkan efek samping apabila dikonsumsi lebih dari 18 minggu, seperti iritasi perut dan mual.15

Mengenai dosis untuk terapi pengobatan, belum ada penelitian yang menunjukkan dosis maksimal penggunaan temulawak.

Untuk itu, kamu perlu berkonsultasi terlebih dahulu pada dokter untuk menghindari efek samping yang dapat terjadi.

back to menu ↑

Perhatian Khusus

Bagi kamu yang memiliki penyakit liver atau hati, disarankan agar tidak mengonsumsi temulawak terlebih dahulu.

Hal tersebut karena dapat menyebabkan gangguan pencernaan.13

Tapi, penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk memastikan pengaruh konsumsi temulawak terhadap pasien penderita liver.

back to menu ↑

Cara Konsumsi

Temulawak dapat dikonsumsi dalam keadaan segar ataupun sudah diolah menjadi suplemen.

Namun, cara terbaik untuk mendapatkan manfaat temulawak adalah dengan mengonsumsi ekstrak dari temulawak atau menjadikannya dalam bentuk bubuk.

Alasannya, menurut Profesor Yonny Koesmasryono, Profesor bidang Geofarmaka sekaligus Wakil Rektor IPB, rimpang temulawak segar masih mengandung banyak air.

Sehingga, senyawa aktif seperti xanthorrhizol dan kurkumin dalam temulawak lebih banyak didapatkan jika dikonsumsi dalam bentuk ekstrak temulawak.

Kabar baiknya, cara membuat bubuk temulawak sendiri di rumah juga ternyata cukup mudah loh!

Langkah pertama yaitu bersihkan rimpang temulawak dari kotoran yang menempel pada kulitnya.

Lalu, cuci bersih kemudian temulawak diiris secara tipis-tipis dan di jemur di bawah sinar matahari agar kering secara sempurna.

Setelah itu, temulawak kering disangrai sesaat lalu di blender sehingga menjadi butiran bubuk halus.

Bubuk temulawak sudah jadi. Kamu bisa memakainya untuk tambahan makanan, minuman ataupun masker wajah.

Selamat mencoba, ya!

back to menu ↑

Kesimpulan

Temulawak mengandung berbagai senyawa alami yang memiliki efek antioksidan, antikanker, anti-peradangan serta antibakteri, jamur dan virus.

Manfaatnya pun luas, mulai dari menambah nafsu makan, mencegah penuaan dini, mencegah diabetes, meningkatkan produksi ASI, melancarkan peredaran darah, dan meredakan nyeri.

Selain itu, dengan mengonsumsi temulawak kamu sekaligus dapat menjaga kesehatan gigi, lambung, jantung dan hati hingga berpotensi terhindar dari virus COVID-19.

Meskipun manfaatnya banyak, kamu tidak boleh serta merta mengonsumsinya secara berlebihan agar tidak menimbulkan efek samping.

Untuk kamu yang menderita penyakit liver atau hati juga disarankan agar tidak mengonsumsi temulawak terlebih dahulu.

Konsumsi temulawak setiap hari tergolong aman asal tidak berlebihan.

Kamu bisa mendapatkan manfaat temulawak dengan mengolahnya menjadi jamu ataupun sebagai pelengkap dalam masakan.

Tapi untuk pengobatan, kami menyarankan agar kamu tetap berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.

Referensi
  1. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/33101440/[]
  2. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/18350518/[]
  3. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/4085078/[]
  4. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/25133223/[]
  5. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/23243446/[]
  6. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/25053966/[]
  7. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/24783203/[]
  8. http://journal.ui.ac.id/index.php/health/article/view/136[]
  9. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/26500452/[]
  10. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/18545974/[]
  11. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/2379278/[]
  12. https://www.google.com/url?sa=t&source=web&rct=j&url=https://www.researchgate.net/publication/331217476_EFFECT_OF_CONSUMING_TEMULAWAK_CURCUMA_XANTHORRHIZA_ROXB_EXTRACT_ON_BREAST_MILK_PRODUCTION_IN_POSTPARTUM_MOTHERS&ved=2ahUKEwj3_Y_-vrvvAhWNILcAHcb1DmEQFjAAegQIARAC&usg=AOvVaw2_PY7bSYO2zgjoV-R4-i5F[]
  13. https://www.google.com/url?sa=t&source=web&rct=j&url=https://www.ema.europa.eu/en/documents/herbal-report/final-assessment-report-curcuma-xanthorrhiza-roxb-c-xanthorrhiza-d-dietrich-rhizoma_en.pdf&ved=2ahUKEwjekKK8hrbvAhX9yDgGHZJUAb8QFjAAegQIBxAC&usg=AOvVaw3tZ8GxTd9F-skkzWnEt-bt[][]
  14. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/17257249/[]
  15. https://www.google.com/search?q=.&oq=.&aqs=chrome..69i57j0i271l3.1114j0j4&client=ms-android-oppo&sourceid=chrome-mobile&ie=UTF-8[]
Share this:
Srikaya.id
Logo
Reset Password