Kegemukan dan Komplikasinya: Tubuh Montok Bukan Berarti Sehat  

Banyak yang menganggap bahwa tubuh gemuk itu sehat.

Padahal, faktanya, tubuh yang kegemukan dapat meningkatkan risiko komplikasi penyakit serius.

Data WHO menyatakan bahwa 1,9 milyar orang dewasa mengalami kelebihan berat badan1.

Sementara itu, jumlah pengidap kegemukan di Indonesia menempati peringkat ke-10 di dunia 2.

Artinya, jumlah orang yang mengalami kegemukan di tanah air terbilang sangat banyak.

Itulah sebabnya masyarakat harus mendapatkan edukasi tentang kegemukan dan berbagai risiko penyakit yang menyertainya.

Seperti apa definisi kegemukan, penyebab, dan risiko komplikasi penyakit serius yang ditimbulkan?

Yuk, simak dulu ulasan selengkapnya berikut ini!

Apa yang Dimaksud dengan Kegemukan?

Kegemukan adalah kondisi berat badan yang melebihi batas normal3.

Kondisi kegemukan dapat dinilai berdasarkan beberapa kriteria pengukuran berikut ini:

  • Indeks Massa Tubuh (IMT) atau Body Mass Index (BMI).
  • Pengukuran lingkar pinggang.
  • Rasio Lingkar Pinggang dan Panggul (RLPP).
  • Tebal lipatan kulit (membutuhkan alat khusus yang disebut skinfold).
  • Kadar lemak tubuh (membutuhkan alat khusus bernama Bioelectrical Impedance Analysis).

Jenis pengukuran yang paling sering digunakan adalah Indeks Massa Tubuh karena cara melakukannya terbilang sangat mudah.

Indeks Massa Tubuh (IMT) atau yang juga dikenal dengan Body Mass Index (BMI) merupakan metrik standar yang digunakan untuk menentukan sehat atau tidaknya golongan berat badan seseorang.

Cara mengukur IMT sangat mudah, Anda hanya perlu membagi berat badan (dalam kg) dengan tinggi badan yang sudah dikuadratkan (dalam m2).

Misalnya, jika seseorang memiliki berat badan 62 kg dan tinggi badan 164 cm, maka perhitungan IMT-nya adalah sebagai berikut:

62 kg : (1,64 m x 1,64 m) = 23

Angka yang diperoleh dari hasil perhitungan tersebut dapat dikelompokkan dengan kriteria sebagai berikut4:

IMT  < 17        : Kekurangan berat badan tingkat berat.

IMT 17-18,4    : Kekurangan berat badan tingkat ringan.

IMT 18,5-25    : Berat badan normal.

IMT 25,1-27    : Kelebihan berat badan tingkat ringan (overweight).

IMT >27          : Kelebihan berat badan tingkat berat (obesitas).

Mengenal Penyebab Kegemukan

Pada dasarnya, penyebab utama kegemukan adalah jumlah asupan kalori yang masuk ke tubuh lebih besar daripada jumlah kalori yang dikeluarkan.

Jika hal tersebut terjadi dalam waktu lama, tubuh akan menyimpan kelebihan kalori dalam bentuk cadangan lemak sehingga seseorang mengalami kelebihan berat badan atau obesitas.

Beberapa faktor pencetus kegemukan, yaitu5:

  • Kebiasaan mengonsumsi makanan dalam jumlah banyak setiap hari.
  • Sering menyantap makanan cepat saji atau makanan dalam kemasan yang kandungan kalorinya tinggi.
  • Hobi ngemil.
  • Kerap mengonsumsi minuman manis.
  • Jarang atau tidak pernah berolahraga.
  • Faktor keturunan (orang-orang yang memiliki riwayat keluarga kelebihan berat badan biasanya cenderung lebih mudah mengalami hal yang sama).
  • Gaya hidup sedentari (minim gerak dan lebih banyak duduk berjam-jam saat bekerja atau bersantai).
  • Pertambahan usia yang menyebabkan metabolisme tubuh melambat.
  • Konsumsi jenis obat-obatan tertentu (golongan obat antidepresan, penyeimbang mood, obat diabetes, penghilang migrain dan kejang serta kortikosteroid).
  • Jam tidur berlebihan atau kerap kurang tidur.
  • Stres yang memicu peningkatan nafsu makan secara berlebihan.

Cermat Mengenali Gejala Kegemukan

Selain pertambahan berat badan secara signifikan, beberapa hal ini juga menjadi gejala kegemukan yang patut Anda waspadai:

  • Mudah lelah saat melakukan aktivitas fisik.
  • Sulit melakukan aktivitas fisik tertentu, misalnya jongkok atau duduk bersila.
  • Muncul lipatan atau timbunan lemak baru pada bagian tubuh tertentu, misalnya dagu (double chin), punggung (bra fat), dan paha.
  • Sesak napas dan sulit bergerak.
  • Lebih banyak berkeringat.
  • Muncul kebiasaan mendengkur ketika tidur.
  • Nyeri punggung dan nyeri sendi.
  • Perut semakin buncit.
  • Perubahan hormon menyebabkan lipatan kulit menghitam dan bertekstur kasar.
  • Jadwal menstruasi tidak teratur.

Komplikasi Penyakit Akibat Kegemukan

Kondisi kegemukan tak boleh diabaikan begitu saja karena rentan menimbulkan komplikasi penyakit serius, yaitu6:

  • Sindrom metabolik, yaitu kondisi kadar gula dalam darah, tekanan darah, dan kadar kolesterol meningkat). Sindrom metabolik yang dibiarkan begitu saja dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, dan diabetes.
  • Diabetes tipe 2.
  • Penyakit tekanan darah tinggi (hipertensi).
  • Kenaikan jumlah asam lambung atau Gastroesophageal Reflux Disease (GERD).
  • Sleep apnea (gangguan tidur yang menyebabkan napas tiba-tiba berhenti).
  • Gangguan ginjal, hati, dan empedu.
  • Penurunan tingkat kesuburan.
  • Osteoartritis (radang sendi).
  • Penumpukan lemak pada liver (fatty liver diseaseatau hepatic steatosis).

Yuk, Hidup Sehat Agar Terhindar dari Kegemukan!

Semua orang harus menjalani gaya hidup sehat berikut ini agar berat badan tetap ideal atau kondisi kegemukan bisa diatasi secara efektif7:

  • Membatasi asupan kalori harian tubuh agar tidak berlebihan. Orang yang kegemukan disarankan mengurangi asupan kalori secara bertahap agar tubuh tidak terus-menerus menimbun kalori dalam bentuk cadangan lemak.
  • Mengonsumsi makanan kaya serat seperti sayuran dan buah-buahan dalam porsi besar agar kenyang lebih lama.
  • Mengurangi konsumsi makanan cepat saji dan makanan dalam kemasan.
  • Membatasi kebiasaan ngemil, terutama jika hobi menyantap camilan yang kandungan kalorinya tinggi. Sebagai alternatif, sebaiknya Anda memilih jenis camilan yang rendah kalori (misalnya buah-buahan dan kacang panggang) dan mengonsumsinya dalam porsi kecil.
  • Menghentikan kebiasaan mengonsumsi minuman manis.
  • Melakukan aktivitas fisik secara teratur minimal 2,5 jam per minggu. Anda bisa menyisihkan waktu olahraga minimal 30 menit per hari. Orang yang berat badannya ideal lebih leluasa memilih jenis olahraga. Sedangkan orang yang kegemukan sebaiknya memilih olahraga yang tidak membebani jantung dan sendi, misalnya renang, berjalan kaki, angkat beban, senam ringan, atau bersepeda.
  • Menjalani gaya hidup aktif secara konsisten, misalnya dengan rutin jalan kaki dan meminimalkan penggunaan kendaraan bermotor serta sering beraktivitas di luar ruangan (berkebun, jalan kaki di sekitar rumah, bermain bersama hewan peliharaan).
  • Melakukan pemeriksaan berat badan secara rutin minimal satu bulan sekali supaya kenaikan berat badan bisa dikontrol sejak dini.
  • Menyiapkan waktu tidur selama 7 hingga 8 jam per hari untuk menjaga keseimbangan metabolisme tubuh dan mengontrol nafsu makan.
  • Menghentikan kebiasaan merokok dan mengonsumsi alkohol yang dapat mengganggu metabolisme tubuh dan memperbesar risiko kegemukan.
  • Mengatasi penyebab stres sesegera mungkin supaya metabolisme tubuh tidak terganggu.

Menjaga berat badan agar tetap ideal adalah cara terbaik untuk mempertahankan kesehatan.

Jadi, jangan lagi menganggap bahwa tubuh yang montok itu sehat, ya. Semua orang harus menjalani gaya hidup sehat secara konsisten agar terhindar dari risiko kegemukan.

Referensi
  1. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/obesity-and-overweight[]
  2. https://kesehatan.kontan.co.id/news/jumlah-penderita-obesitas-indonesia-berada-di-peringkat-10-dunia-simak-pencegahannya []
  3. https://www.who.int/health-topics/obesity#tab=tab_1 []
  4. http://p2ptm.kemkes.go.id/infographic-p2ptm/obesitas/tabel-batas-ambang-indeks-massa-tubuh-imt []
  5. mayoclinic.org/diseases-conditions/obesity/symptoms-causes/syc-20375742 []
  6. healthline.com/health/obesity[]
  7. https://www.livescience.com/34787-obesity-high-bmi-causes-diabetes-heart-disease.html[]
Share this:
Srikaya.id
Logo
Reset Password