10 Penyakit Jantung Ini Kerap Menjadi Penyebab Kematian Misterius

Tahukan Anda bahwa 45% kematian yang disebabkan Penyakit Tidak Menular (PTM) berasal dari penyakit jantung dan pembuluh darah? 1

Bahkan, penyakit jantung dan pembuluh darah (cardiovascular) mengumbang 17,7 juta dari total 39,5 juta kasus kematian pada tahun 2015.

Tingginya jumlah pengidap penyakit jantung di tanah air menunjukkan bahwa penyakit tersebut wajib ditangani secara serius.

Sebaiknya Anda mengenal berbagai jenis penyakit jantung secara seksama agar bisa mengidentifikasi gejalanya dan menentukan langkah penanganan yang tepat2.

Arteri Koroner

Penyakit arteri koroner (lebih dikenal dengan sebutan jantung koroner) merupakan kondisi penyempitan dan atau pengerasan pembuluh darah yang bertugas mengangkut darah ke jantung.

Kondisi ini biasanya dipicu oleh penumpukan kolesterol dan pembekuan darah dalam arteri (disebut aterosklerosis).

Penyempitan pembuluh arteri menyebabkan suplai darah dan oksigen ke jantung jadi berkurang sehingga fungsi jantung terganggu.

Arteri koroner yang tidak ditangani secara intensif bisa menyebabkan komplikasi berupa serangan jantung.

Gejala-gejala yang ditimbulkan penyakti arteri koroner antara lain:

  • Nyeri dada dan dada terasa berdebar-debar (dikenal dengan istilah angina), nyeri dada bisa menjalar ke rahang, leher, tenggorokan, punggung, dan lengan.
  • Keringat dingin.
  • Sesak napas.
  • Perut mual.
back to menu ↑

Serangan Jantung

Serangan jantung adalah kondisi darurat saat suplai darah ke jantung terhambat secara total sehingga sel-sel otot jantung mengalami kerusakan.

Gangguan kesehatan jantung yang satu ini biasanya disebabkan penyakit jantung koroner.

Orang yang terkena serangan jantung biasanya mengalami beberapa gejala seperti nyeri dada, sesak napas, dan keringat dingin.

Serangan jantung harus ditangani sesegera mungkin agar tidak menimbulkan kerusakan jantung permanen yang rentan menyebabkan henti jantung mendadak.

back to menu ↑

Aritmia

Aritmia adalah gangguan irama jantung yang menyebabkan detak jantung menjadi terlalu cepat, terlalu lambat, atau tidak beraturan.

Beberapa hal yang menyebabkan aritmia adalah jantung koroner, serangan jantung, kardiomiopati, dan gangguan elektrolit dalam darah (kekurangan atau kelebihan kalium).

Pada umumnya aritmia tidak menimbulkan gejala tertentu.

Namun, pengidapnya sering kali merasa mudah lelah, nyeri dada, dada berdebar-debar, pusing, dan serasa ingin pingsan.

back to menu ↑

Kardiomiopati

Kardiomiopati adalah kelainan bentuk atau kekuatan otot jantung (misalnya otot jantung lebih besar atau kaku)sehingga jantung tidak dapat memompa darah secara maksimal.

Selain bisa disebabkan oleh faktor keturunan, kardiomiopati juga bisa terjadi akibat penyakit jantung koroner, gagal jantung, hipertensi, atau risiko penuaan.

Tahap awal kardiomiopati tidak menyebabkan gejala tertentu.

Namun, kondisi kardiomiopati yang lebih parah bisa menimbulkan beberapa gejala, seperti nyeri dada, sesak napas parah setelah beraktivitas, pembengkakan pada kaki, gampang lelah, dan batuk-batuk.

back to menu ↑

Gagal Jantung

Kondisi jantung yang terlalu lemah hingga tak mampu memompa darah ke seluruh tubuh dikenal dengan istilah gagal jantung.

Penyakit ini biasanya bertambah parah secara perlahan-lahan jika dipengaruhi faktor pencetus seperti jantung koroner, penyakit jantung bawaan, tekanan darah tinggi (hipertensi), dan diabetes.

Jika tidak ditangani dengan serius, gagal jantung rentan menyebabkan komplikasi penyakit lainnya seperti henti jantung, gagal hati, gagal ginjal, dan edema paru (penumpukan cairan di paru-paru).

Beberapa gejala yang terjadi saat seseorang mengalami gagal jantung, yaitu sesak napas dan batuk-batuk (terutama saat berbaring), nyeri dada setelah melakukan aktivitas fisik, gampang lelah, dan pembengkakan pada kaki.

back to menu ↑

Tachycardia

Tachycardia merupakan peningkatan jumlah denyut jantung hingga lebih dari 100 kali per menit.

Sedangkan jumlah detak jantung normal berkisar antara 60 hingga 100 kali per menit.

Peningkatan detak jantung sebenarnya adalah kondisi normal setelah berolahraga.

Namun, hal tersebut menjadi tidak normal jika terjadi saat tubuh dalam kondisi rileks.

Risiko tachycardia dapat bertambah besar jika dipengaruhi beberapa faktor pencetus seperti kebiasaan merokok atau mengonsumsi alkohol, stres, tekanan darah tinggi (hipertensi), dan konsumsi jenis obat tertentu (salbutamol atau azithromycin).

back to menu ↑

Bradycardia

Bradycardia adalah kebalikan dari tachycardia.

Kondisi ini menyebabkan penurunan jumlah denyut jantung hingga kurang dari 60 kali per menit.

Detak jantung yang melambat rentan menyebabkan kerusakan organ-organ tubuh akibat kekurangan suplai darah dan oksigen.

Beberapa hal yang menjadi faktor pencetus bradycardia antara lain pertambahan usia, konsumsi obat-obatan golongan penghambat beta atau digoxin, komplikasi pasca operasi jantung, gigitan binatang laut, suhu tubuh rendah, dan penyakit jantung bawaan.

back to menu ↑

Penyakit Jantung Bawaan

Penyakit jantung bawaan merupakan jenis cacat yang terjadi pada bayi baru lahir.

Kondisi ini biasanya menyebabkan jantung bayi berlubang atau sangat lemah.

Beberapa gejala penyakit jantung bawaan antara lain detak jantung yang tak beraturan, kulit berwarna biru, sesak napas, tidak nafsu makan, pertumbuhan tidak normal, dan pembengkakan jaringan tubuh atau organ tertentu.

Cacat lahir ini biasanya diatasi dengan operasi tetapi tingkat keberhasilannya tidak terlalu tinggi.

back to menu ↑

Endokarditis

Endokarditis adalah infeksi pada lapisan bagian dalam jantung (endokardium) yang disebabkan oleh masuknya bakteri ke aliran darah hingga menempel di katup atau jaringan yang rusak.

Penyakit ini tidak rentan menyerang jantung sehat, melainkan mudah mempengaruhi orang-orang dengan kelainan jantung tertentu seperti kardiomiopati, penyakit jantung bawaan, dan pengguna katup kantung buatan.

Gejala endokarditis terbilang bervariasi pada masing-masing pengidapnya.

Ada yang berkembang secara cepat dalam hitungan hari (disebut acute endocarditis) dan ada pula yang berkembang dalam waktu mingguan hingga bulanan (subacute endocarditis).

Beberapa gejala yang kerap terjadi antara lain:

  • Demam dan menggigil.
  • Tubuh terasa lemas.
  • Nyeri sendi dan otot.
  • Nyeri dada ketika bernapas.
  • Sesak napas dan batuk terutama saat beraktivitas.
  • Sakit kepala.
  • Kulit pucat.
  • Timbul pembengkakan pada kaki atau perut.
  • Nafsu makan menurun.
back to menu ↑

Penyakit Jantung Reumatik

Jantung reumatik adalah kondisi kerusakan katup jantung akibat peradangan (reumatik).

Peradangan pada katup jantung biasanya disebabkan infeksi bakteri Streptococcus A. yang sering terjadi pada anak usia 5 hingga 15 tahun.

Gejala jantung reumatik sering disalah artikan karena mirip dengan gejala penyakit jantung lainnya seperti nyeri dada, sesak napas, mudah lelah, dan aritmia.

Pada kondisi yang lebih parah, penyakit jantung reumatik akan memicu kemunculan beberapa gejala berikut ini:

  • Demam dan berkeringat.
  • Nyeri pada perut.
  • Pembengkakan kelenjar getah bening yang ditandai dengan benjolan pada leher.
  • Radang sendi, terutama pada bagian pergelangan kaki dan lutut.
back to menu ↑

Risiko Komplikasi Penyakit Jantung

Penyakit jantung yang tidak ditangani secara serius rentan menyebabkan beberapa komplikasi, yaitu3:

  • Henti jantung (jantung berhenti berdenyut sehingga pengidapnya kehilangan kesadaran).
  • Stroke (penyumbatan pembuluh darah di sekitar otak sehingga otak kekurangan oksigen dan nutrisi).
  • Artefi perifer (penyakit yang menyebabkan penyempitan pembuluh darah terutama pada kaki).
  • Aneurisma (kemunculan benjolan pada pembuluh darah yang dapat bocor atau meledak kapan saja).
back to menu ↑

Cara Efektif Mencegah Penyakit Jantung

Anda patut melakukan beberapa cara efektif berikut ini untuk mencegah risiko penyakit jantung sejak dini4:

  • Mengonsumsi makanan dengan kandungan gizi seimbang setiap hari. Jangan lupa membatasi asupan makanan dan minuman yang terlalu berlemak, tinggi kalori, atau mengandung zat aditif (perasa, pewarna, pengawet, penambah aroma).
  • Meminimalkan konsumsi makanan cepat saji dan makanan dalam kemasan.
  • Menghentikan kebiasaan merokok dan atau mengonsumsi alkohol.
  • Melakukan aktivitas fisik secara rutin minimal 30 menit per hari atau 2,5 jam per minggu untuk menjaga kesehatan jantung. Bila Anda belum terbiasa berolahraga secara teratur, mulailah dengan melakukan olahraga ringan dalam durasi singkat. Jika Anda mulai terbiasa, durasi olahraga bisa ditingkatkan sesuai kemampuan pribadi.
  • Menjaga berat badan ideal karena orang yang kelebihan berat badan atau obesitas lebih berisiko mengidap penyakit jantung. Berusahalah menurunkan berat badan secara alami jika kini Anda sedang kelebihan berat badan atau obesitas.
  • Melakukan pemeriksaan kadar gula darah, tekanan darah, dan kadar kolesterol secara rutin minimal sekali setahun. Sebab kadar gula darah, tekanan darah, dan kadar kolesterol tinggi dapat meningkatkan risiko penyakit jantung.
  • Mengatasi penyebab stres sampai tuntas karena stres dalam jangka panjang dapat memperbesar risiko penyakit jantung.

Mulai sekarang, mari kita lebih peka mengenali gejala penyakit jantung yang mengganggu kesehatan Anda.

Penyakit jantung yang ditangani secara intensif sejak dini akan membuat risiko komplikasinya semakin kecil.

Yuk, jalani pola hidup sehat secara konsisten demi menjaga kesehatan jantung di masa kini dan masa depan.

Referensi
  1. p2ptm.kemkes.go.id/kegiatan-p2ptm/pusat-/hari-jantung-sedunia-hjs-tahun-2019-jantung-sehat-sdm-unggul[]
  2. https://www.healthline.com/health/heart-disease[]
  3. https://www.healthline.com/health/heart-disease/complications[]
  4. heart.org/en/healthy-living/healthy-lifestyle/how-to-help-prevent-heart-disease-at-any-age[]
Share this:
Srikaya.id
Logo
Reset Password